Foto Dosen
SISTER Verified

Caesar Kridha Bagus Prahartiko, S.Kep., M.Kes,

Air

Catatan Tri Dharma

Angka vs Narasi: Beda Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Rabu, 19 Agustus 2026

 Memilih metode penelitian sering kali menjadi langkah yang membingungkan. Ada yang merasa lebih percaya diri saat berhadapan dengan deretan angka dan tabel statistik, sementara yang lain justru lebih tertarik menggali cerita, alasan, dan pengalaman di balik sebuah peristiwa. Dalam dunia akademik—termasuk di bidang administrasi rumah sakit dan kesehatan lingkungan—kedua pendekatan ini, yaitu kuantitatif dan kualitatif, memegang peranan yang sama krusialnya.

Keduanya bukan untuk diadu mana yang lebih baik, melainkan merupakan dua kacamata berbeda untuk melihat satu masalah yang sama.

Penelitian Kuantitatif: Mengukur Pola dan Menguji Hipotesis

Pendekatan kuantitatif berfokus pada angka, pengukuran objektif, dan uji statistik. Tujuannya adalah mengukur seberapa banyak, seberapa sering, atau seberapa kuat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

  • Fokus Utama: Mencari pola umum yang bisa digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas.

  • Contoh Kasus: Mengukur kadar partikel debu halus ($PM_{2.5}$) di 30 sekolah dasar, lalu menganalisis secara statistik hubungannya dengan angka kejadian asma pada siswa.

  • Alat Kerja: Kuesioner tertutup, alat ukur digital, sampel berukuran besar, dan software analisis data statistik (seperti SPSS atau Stata).

Penelitian Kualitatif: Menggali Makna dan Konteks Mendalam

Sebaliknya, penelitian kualitatif berfokus pada narasi, persepsi, dan pengalaman manusia. Pendekatan ini digunakan ketika kita ingin menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi dari sudut pandang partisipan.

  • Fokus Utama: Memahami konteks sosial dan alasan mendasar di balik suatu perilaku atau kondisi.

  • Contoh Kasus: Melakukan wawancara mendalam kepada para guru dan petugas kebersihan sekolah untuk memahami mengapa sirkulasi udara di ruang kelas jarang dibuka, meskipun mereka tahu dampaknya bagi kesehatan anak.

  • Alat Kerja: Wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD), catatan observasi, dan analisis tematik.

Kapan Harus Menggunakan yang Mana?


Data kuantitatif memberi tahu kita apa yang sedang terjadi dalam skala besar melalui bukti statistik yang terukur. Namun, data kualitatif memberi tahu kita mengapa hal itu terjadi dan bagaimana dinamika manusianya.

Banyak peneliti modern kini menggabungkan keduanya (mixed methods). Dengan begitu, angka statistik yang kita dapatkan tidak terasa kaku karena dilengkapi oleh cerita nyata dari lapangan.

Daftar Referensi:

  1. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

  2. Green, J., & Thorogood, N. (2018). Qualitative methods for health research (4th ed.). SAGE Publications.

  3. Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students (8th ed.). Pearson Education.

Artikel Terkait

Hasil Karya Produk Digital
Home TriDharma Produk